IKATAN PEMUDA TARBIYAH ISLAMIYAH

Sila

Sunday, January 17, 2010


Pemuda indonesia adalah ahli waris cita-cita bangsa yang syah dan sekaligus generasi penerus yang senantiasa berdiri digarda depan dengan memperjuangkan citacita luhur rakyat Indonesia dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT, ”BALDATUN THAYYIBATUN FIMARDHATILLAH”berdasarkan Pancasila dan Undang undang Dasar 1945

Pemuda Tarbiyah bagian dari pemuda Indonesia Sebagai Organisasi Kemasyarakatan bercirikan Islam sadar akan hak kewajibannya serta peranan dan tanggung jawabnya terhadap Pembangunan manusia Indo nesia seutuhnya maupun terhadap pembangunan seluruh rakyat Indonesia’. Untuk itu Pemuda Tarbiyah bertekat memberikan karya nyatanya untuk mewujudkan nilai nilai luhur dari subtansi itu.dalam bentuk“Penguatan Wawasan Kebangsaan yang kuat dan dinamis,sebagai wujud dari pengabdian Kepada Bangsa Negara dan Agama aplikasinya yaitu dalam bentuk Pendidikan, Dakwah dan Sosial kemasyarakatan.

Realitas dari perkembangan jaman dewasa ini adalah proses transisi transformasi menuju Indonesia baru yang lebih adil dan makmurdemokratis maju dan moderen.Perkembangan tersebut pada gilirannya memposisikan segenap warga Pemuda Tarbiyah khususnya pemuda Indonesia pada umumnya dihadapkan pada kondisi transisional denganberbagai kompleksitas permasalahan yang menyertainya, yaitu denganmunculnya berbagai endemik komplik ditengah masyarakat kita diberbabagai tempat,bencana gempa dimanamana,ancaman terorisme yang tak kunjung padam,egosentris kelompok,etnis,politik dan budaya,bahkan agama yang harus digaris bawahi sebagai bentuk efuoria belaka.Hal tersebut cenderung telah menjadi patologis bagi ekuibirium kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia,berbagai upaya petinggi bangsa seolah tampahasil,sampai saat ini masih dihadapkan dengan berbagai masalah cukup komplek.Bagaimana solusi untuk mewujudkan kehidupan normal? dari Keterpurukan yang melanda bangsa ini tentu tidak boleh dibiarkan, tanpa adanya usaha konkrit untuk melakukan berbagai langkah penyelamatan agar tidak tersungkur dalam keterpurukan yang berkepanjangan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan krisis beserta implikasinya, yaitu Pertama Lemahnya penghayatan dan pengalaman agama, pemahaman yang sempit serta pola interaksi antar umat beragama yang tidak harmonis. Kedua sentralisasi pemerintah yang mengabaikan kepentingan daerah, sehingga menimbulkan fanatisme kedaerahan. Ketiga kurang berkembangnya pemahaman atas kebinekaan dan kemajemukan daloam kehidupan berbangsa. Keempat ketindakadilan ekonomi serta prilaku ekonomi yang bertentangan dengan etika dan moralitas. Kelima kurangnya keteladanan dalam sikap dan prilaku sebagai pimpinan dan tokoh bangsa. Keenam tidak berjalannya penegakkan hukum secara optimal. Ketujuh keterbatasan kemampuan budaya lokal, daerah dan nasional dalam merespon pengaruh negatif budaya luar.

Untuk dapat keluar dari hambatan, kemunduran, dan ketidakmampuan mengaktualisasikan segenap potensi untuk mencapai persatuan, mengembangkan keharmonisan dan kemajuan, maka diperlukan penanganan secara serius dengan melibatkan berbagai elemen bangsa. Untuk itu diperlukan suatu landasan konsep yang kuat untuk membangun kembali persatuan dan kesatuan bangsa serta jiwa nasionalisme dengan menumbuh-kembangkan ”Wawasan Kebangsaan”.

Wawasan Kebangsaan sebagai sudut pandang suatu bangsa dalam memahami jati diri dan lingkungan sesuai dengan keadaan wilayah suatu negara dan sejarah yang dialaminya, Wawasan ini menentukan cara suatu bangsa dalam memanfaatkan kondisi geografi, sejarah, dan sosial budaya dalam mencapai cita cita dan menjamin kepentingan nasionalnya Wawasan Kebangsaan itu meliputi tiga hal yang seharusnya tertanam dalam jiwa masyarakat Indonesia diberbagai lapisan dan kalangan. Pertama rasa kebangsaan adalah suatu perasaan rakyat, masyarakat dan bangsa Indonesia terhadap kondisi bangsanya dalam perjalanan menuju cita-cita masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Kedua paham kebangsaan adalah pengertian tentang bangsa, meliputi apa bangsa itu dan bagaimana mewujudkan masa depanya. Ketiga semangat kebangsaan dan nasionalisme, merupakan perpanduan atau sinergi dari rasa kebangsaan dan paham kebangsaan, dari semangat rela berkorban dan dapat menumbuhkan patriotisme.

Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Makna dalam hakikat serta penghayatan wahana wawasan kebangsaan tersebut paling penting dipahami oleh setiap warga negara, terutama para Aparatur Pemerintah yang berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan RI. Mengingat urgensi wawasan kebangsaan yang harus dipahami oleh masyarakat secara luas. Maka diperlukan suatu media sebagai wadah untuk mensosialisasikan. Sudah menjadi program Pemuda Tarbiyah untuk mengaplikasikannya. Insya Allah dalam waktu yang tidak begitu lama, PB. IPTI akan mengadakan dialog pemuda bukan saja kalangan Pemuda Tarbiyah tetapi akan menghadirkan tokoh – tokoh pemuda dari berbagai elemen bangsa yang terbingkai dalam kesatuan Bhinneka Tunggal Ika. Semoga!

1 comment:

Anonymous said...

....